Jepara Carver
Jepara Carver
Jepara Carver adalah sebuah perusahaan sosial (Sosioprneur) yang berdedikasi untuk memberdayakan para pengukir Jepara, memastikan mereka dapat terus berkarya dengan penuh kebanggaan dan kreativitas. Dibawah kepemimpinan Sutrisno, S.Sn., seorang pengrajin dan pengusaha yang berkomitmen melestarikan seni ukir kayu, Jepara Carver tidak hanya menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi tetapi juga menjaga warisan budaya yang telah turun-temurun. Dengan menggabungkan keahlian tradisional dan standar modern, mereka menciptakan berbagai produk seperti relief kayu, furnitur ekspor, dan dekorasi interior yang memenuhi pasar lokal maupun internasional.
Melalui sanggar dan pelatihan informal, Jepara Carver aktif melakukan pewarisan keterampilan ukir kepada generasi muda, baik melalui keluarga maupun komunitas. Mereka percaya bahwa pendidikan dan praktik langsung adalah kunci untuk mempertahankan keahlian ini agar tidak punah. Selain itu, kolaborasi dengan akademisi dan pemerintah, seperti partisipasi dalam acara Jepara International Furniture Buyer Weeks dan penelitian bersama universitas, memperkuat upaya mereka dalam mendokumentasikan dan mempromosikan seni ukir Jepara ke dunia yang lebih luas.
Jepara Carver juga berkomitmen pada keberlanjutan dengan menggunakan bahan kayu berkualitas seperti teak dan mahogany, serta menerapkan proses ramah lingkungan. Karya-karya mereka tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi tetapi juga mencerminkan identitas budaya Jawa yang kaya. Dengan semangat Mengukir Masa Depan, Jepara Carver terus menjadi garda depan dalam melestarikan warisan ukir Jepara sambil membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin lokal.
- Jl. Central Relief No.77, Senenan, Kec. Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59426
- 6285226429203
- [email protected]
- https://
Tendok Mirror
Tendok Mirror Karya Bapak Bakrun, adalah bingkai mahoni berukir halus, berfinishing silver yang memancarkan kilau klasik. Setiap lekukannya bercerita, setiap pola bergaya tradisional berpadu harmonis, menghadirkan cermin yang bukan sekadar memantulkan wajah, tapi juga memantulkan jiwa seni yang abadi. Karya ini mengajak kita berima: ``di balik kayu, ada rupa; di balik cermin, ada cinta, untuk warisan budaya yang terus bersinar laksana silver nan memukau.`` Sungguh, sebuah mahakarya yang mengubah ruang biasa menjadi galeri elegan penuh makna.
Sangkar Perang Bharatayuddha
Sangkar ukir dari kayu jati, karya Suhartono dengan judul Perang Bratayuddha adalah kisah epik dalam Mahabharata yang penuh dengan pertumpahan darah dan dendam antara keluarga Pandawa dan Kurawa. Perang ini mengajarkan pesan mendalam untuk semua keluarga: janganlah bertengkar, karena kita semua sedarah. Perselisihan hanya membawa kehancuran, sementara persatuan dan kasih sayang akan melahirkan kedamaian. Seperti dalam kisah ini, perseteruan saudara hanya meninggalkan luka dan penyesalan. Mari jaga harmoni dalam keluarga, karena darah yang sama mengalir dalam diri kita semua.
Patung Prajurit, Garuda di Dadaku
Patung Prajurit dengan Garuda di Dadaku, karya Prapto, berbahan kyu Jati, menggambarkan sosok gagah berani dengan lambang Garuda membara di dada, siap berjuang demi tanah air. Patung ini mengirimkan pesan untuk semua: ``Apapun profesimu, besar atau kecil, ketika Garuda didadamu, bangkitlah dengan semangat juang!`` Sebagai petani, pengusaha, pejabat, guru, dokter, atau seniman, mari bersatu padu mengukir karya nyata, memajukan negeri, dan memakmurkan bangsa Indonesia tercinta. Karena di balik setiap langkah kita, Garuda menginspirasi, mengingatkan, bahwa tanah air ini adalah tanggung jawab kita bersama.
Tendok Mirror
Perkiraan Harga : 300 pcs
Tendok Mirror Karya Bapak Bakrun, adalah bingkai mahoni berukir halus, berfinishing silver yang memancarkan kilau klasik. Setiap lekukannya bercerita, setiap pola bergaya tradisional berpadu harmonis, menghadirkan cermin yang bukan sekadar memantulkan wajah, tapi juga memantulkan jiwa seni yang abadi. Karya ini mengajak kita berima: ``di balik kayu, ada rupa; di balik cermin, ada cinta, untuk warisan budaya yang terus bersinar laksana silver nan memukau.`` Sungguh, sebuah mahakarya yang mengubah ruang biasa menjadi galeri elegan penuh makna.
Sangkar Perang Bharatayuddha
Perkiraan Harga :
Sangkar ukir dari kayu jati, karya Suhartono dengan judul Perang Bratayuddha adalah kisah epik dalam Mahabharata yang penuh dengan pertumpahan darah dan dendam antara keluarga Pandawa dan Kurawa. Perang ini mengajarkan pesan mendalam untuk semua keluarga: janganlah bertengkar, karena kita semua sedarah. Perselisihan hanya membawa kehancuran, sementara persatuan dan kasih sayang akan melahirkan kedamaian. Seperti dalam kisah ini, perseteruan saudara hanya meninggalkan luka dan penyesalan. Mari jaga harmoni dalam keluarga, karena darah yang sama mengalir dalam diri kita semua.
Patung Prajurit, Garuda di Dadaku
Perkiraan Harga :
Patung Prajurit dengan Garuda di Dadaku, karya Prapto, berbahan kyu Jati, menggambarkan sosok gagah berani dengan lambang Garuda membara di dada, siap berjuang demi tanah air. Patung ini mengirimkan pesan untuk semua: ``Apapun profesimu, besar atau kecil, ketika Garuda didadamu, bangkitlah dengan semangat juang!`` Sebagai petani, pengusaha, pejabat, guru, dokter, atau seniman, mari bersatu padu mengukir karya nyata, memajukan negeri, dan memakmurkan bangsa Indonesia tercinta. Karena di balik setiap langkah kita, Garuda menginspirasi, mengingatkan, bahwa tanah air ini adalah tanggung jawab kita bersama.
ID


